Sejarah Refleksologi

index

Pijat refleksi (refleksologi) adalah terapi alami yang telah digunakan oleh banyak suku bangsa sepanjang sejarah. Terapi ini bekerja berdasarkan kecenderungan alami manusia yakni sentuhan.
Oleh karena itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa ada lebih dari satu bangsa yang menggunakan pijat refleksi ini dalam kebudayaan mereka. Mari kita lihat bangsa mana saja di dunia ini yang menerapkan metode pengobatan ini.
Bukti sejarah tertua yang mencatat penggunaan terapi pijat refleksi adalah Mesir. Sebuah papirus Mesir dari tahun 2500 SM menyertakan sebuah gambar tentang para ahli pengobatan yang sedang melakukan pemijatan pada kaki dan tangan pasien mereka.
Hal ini cocok dengan fakta bahwa Mesir merupakan salah satu bangsa di dunia yang memiliki sumbangsih yang cukup besar untuk dunia pengobatan, astronomi, dan teknik. Yunani dan Romawi pun diduga menggunakan terapi ini.
Memang tidak ada bukti sejarah tertulis yang mengatakan bahwa bangsa ini mempraktekkannya, mengingat bahwa sejumlah dokumen Yunani, Mesir, dan Timur Tengah di perpustakaan besar di Aleksandria tampaknya lenyap ketika perpustakaan tersebut terbakar. Namun diyakini bahwa pemijatan tradisional termasuk dalam kebudayaan mereka dan itu terpelihara melalui tradisi lisan mereka.
India dan Tiongkok juga menggunakan teknik ini. Orang India kuno menggunakan suatu jenis pengobatan dengan cara menekan titik-titik di kaki berdasarkan sistem titik ’Marma’ (Titik Energi). Teknik akupuntur Tiongkok pun menggunakan sistem titik yang serupa. Demikian pula, dalam sejarah suku asli Amerika, orang-orang Indian bisa jadi menggunakan pijat refleksi dalam pengobatan tradisonal mereka. Contohnya saja orang-orang dari suku Cherokee yang menggunakan bagian kaki pasien untuk mengobati seluruh bagian tubuhnya. Keahlian tersebut kemudian dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun dalam kebudayaan pengobatan mereka.
Belakangan, sejarah menunjukkan bahwa ada yang namanya ‘Bapak’ dari pijat refleksi. Dia adalah Dr. William Fitzgerald dari New England. Konon, dia mendapatkan pengaruh dari suku asli Amerika di tempat tinggalnya. Bisa jadi ia belajar ilmu pijat refleksi ini ketika dia kuliah di Universitas Winna setelah lulus dari sekolah kedokteran di Boston. Salah satu yang dia kemukakan adalah bahwa jika bagian-bagian tubuh tertentu yang bertulang-di tangan, kaki, dan sendi-ditekan, maka rasa sakit dan penyakit di bagian tubuh lain bisa hilang.
Di era yang lebih modern, Dr. Adamus dan Dr. A’tatis membuat buku dengan tema Zone Therapy. Adanya buku ini menunjukkan bahwa di negeri-negeri Eropa, suatu jenis pengobatan refleksi memang umum dipraktekkan pada zaman itu.
Ternyata para dokter sepanjang sejarah juga mengadopsi pijat refleksi ini sebagai bagian dari ilmu medis mereka. Tentu saja ini masuk akal karena pijat refleksi memang selaras dengan ilmu kedokteran, yaitu berdasarkan cara kerja sistem persarafan. Jadi, jika sejarah saja menunjukkan betapa pijat refleksi sangat diandalkan, mengapa Anda tidak mencobanya juga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s