Sejarah Terapi Aroma

Terapi Aroma atau Aromatherapy berasal dari dua kata, Aroma – artinya bau, dan Therapy– yang berarti perawatan.

Terapi Aroma adalah suatu praktek dengan menggunakan minyak nabati yang mudah menguap, termasuk penggunaan minyak esensial (minyak sari).

Terapi Aroma sudah dipraktekkan sejak peradaban kuno oleh bangsa Mesir 6000 tahun yang lalu, juga oleh bangsa Romawi dan Yunani, dengan pijat dibalur dengan wewangian tertentu, juga dengan mandi yang airnya dicampuri minyak wangi, juga di Timur Tengah mulai dikenal dunia dengan penyulingan bunga-bungaan. Aromatherapy juga sudah dikenal di China sejak 2700 sebelum masehi, sejak itu juga mulai dikenal pembakaran dupa wangi untuk memuja para dewa, hal semacam ini juga sudah dikenal di India 3000 tahun yang lalu. Suku-suku Indian kuno di benua Amerika juga menggunakan wangi-wangian dalam ritualnya.

Kemudian seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis, Rene Maurice Gattefosse, melakukan penelitian mengenai daya penyembuhan minyak esensial. Pada tahun 1937 dia mempopulerkan penggunaan istilah Aromatherapy, dalam buku yang membahas hasil penelitiannya.

Aroma alami yang menyenangkan, akan mempunyai pengaruh psikologis yang positif terhadap tubuh kita. Minyak esensial memberikan keuntungan secara psikologis dan fisik, bila digunakan dengan benar dan hati-hati.

Minyak wangi berbeda dengan minyak esensial, karena di dalamnya terkandung bahan kimia yang tidak alami dan tidak dapat digunakan untuk penyembuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s